Tuesday, January 10, 2012

Jangan mengayuh perahu ke belakang

Itu adalah salah satu pesan dari Pak Mangapul Nasution (Alm), mantan Pinca Jogja Cik Di Tiro tempat saya dan kawan-kawan On The Job Training sekitar 2 tahun lalu.

Pak Mangapul ini sangat terkenal sebagai seorang yang tegas dan galak. Dia bisa marah atau menegur siapapun dimana saja, tidak perlu lihat tempat ataupun waktu. Saya tidak akan membahas mengenai sikap kerasnya tersebut, karena buat saya setiap pribadi pasti memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Dan sifat kerasnya tersebut, cukuplah menjadi kenangan saja bagi orang sekitarnya.

Dan mungkin saja, sifat kerasnya itulah yang sudah menghantarkan kesuksesannya memimpin cabang yang reputasinya buruk berubah menjadi baik kembali. Karena kalau tidak salah pernah ada yang bilang, beliau adalah pinca spesialis cabang yang buruk.

Sore itu kami (PPS) diajak ikut rapat cabang, semua pesertanya adalah pegawai cabang dan KCP di bawah supervisi Tiro. Setelah membicarakan target cabang, dll. Pak Pinca pun memberi wejangan kepada kita semua. 

Salah satu yang paling saya ingat adalah "Jangan pernah mengayuh perahu ke belakang." 

Perusahaan ibarat sebuah perahu yang berlayar di tengah lautan, semakin menuju ke tengah lautan maka ombak dan badai yang menerpa akan semakin besar pula. Pegawai yang tidak lain adalah pekerja yang bertugas mengayuh perahu harus dengan sekuat tenaga bergotong royong agar perahu terus berlayar ke depan.

Mungkin banyak yang menganggap remeh pekerjaan mengayuh perahu ini, tapi bayangkan bila salah satu dari mereka tidak melakukan pekerjaannya dengan baik? atau bahkan justru mengayuh perahunya ke belakang? 

Ya! Perahu pasti akan terhambat geraknya. Pasti langkahnya menuju tujuan utamanya tersendat.

Sama dengan perusahaan, ketika menjadi seorang pegawai jadilah pegawai yang baik. Lakukanlah hal terbaik yang bisa dilakukan untuk memajukan perusahaan. Dan bila memang sudah tidak sanggup, jangan beratkan perahu atau mengayuh perahu ke belakang. Stop! Ambil keputusan. Lebih baik pindah mencari perahu lain ketimbang membawa pengaruh buruk bagi yang lainnya.

Bukankah hidup adalah sebuah pilihan?

No comments:

Post a Comment

Jika berkenan tinggalin jejak yaa... Terimakasih sudah berkunjung... :)