Wednesday, September 26, 2012

M2M

Awal bulan hingga sekitar minggu ketiga bulan September ini saya tidak masuk kantor, tapi ikut pendidikan MO di pusdiklat seperti yang pernah saya ceritakan disini. Nah, pendidikan itu berakhir tanggal 18 september. Jadi seharusnya saya masuk kantor kembali di tanggal 19.

Ternyata tanggal 17 sore saya di telp oleh atasan dan diminta untuk berangkat ke Manado tanggal 19 besok. What??? Kaget karena harus menyiapkan beberapa hal, belum lagi harus koordinasi dengan orang Manadonya. Untung saya sudah kenal dengan teman-teman disana jadi lebih mudah urus segala sesuatunya.

Karena sudah mendesak, saya juga nyaris kehabisan tiket pesawat di 2 seat terakhir untuk maskapai Lion, sedangkan maskapai lain sudah habis ataupun kalau ada harganya mahal minta ampun. Total harga tiket pulang pergi Jakarta-Manado ini pun seharga 4 juta kurang beberapa ribu rupiah.

Tapi saya juga tidak menyesal karena di minta untuk pergi keluar daerah, karena pastinya saya jadi menemukan hal baru, kenalan baru serta yang terpenting adalah pengalaman baru.

Hari sudah menjelang malam ketika saya sampai di Manado, sebelum pesawat mendarat saya seperti melihat aliran air berwarna merah menyala dari kejauhan. Tadinya saya kira salah lihat, ternyata katanya itu adalah Gn. Lokon yang sedang meletus. Makanya selama saya berada disana, Manado hujan abu akibat dari letusan Gn. Lokon. Mobil-mobil jadi kotor dan sangat berdebu akibat abu Gn. Lokon.

Sepulang dari Manado, saya langsung meluncur ke rumah. Baru saja istirahat sejenak, tiba-tiba masuk bbm dari salah satu atasan saya. Isinya meminta untuk saya pergi ke Malang hari minggu.

What??? Pergi lagi? Setengah tidak percaya, antara senang karena saya belum pernah ke Malang dengan ada rasa capek dan masih ingin istirahat. Tapi ketika suatu momentum datang, boleh dong saya tidak menyianyiakannya? Dan segeralah saya terima tawaran tersebut. Kesempatan tidak selalu datang dua kali kan.

Saya pun menyebut momentum ini dengan M to M, from Manado to Malang.

Jadilah saya pergi ke Malang di minggu pagi. Kondisi badan yang masih capek perjalanan dari Manado kemarin benar-benar membuat badan tidak fit. Membuat saya menghabiskan minggu sore di Malang dengan tidur. Berharap kondisi tubuh segera fit besok.

Saya kembali ke Jakarta di hari ketiga dengan penerbangan batavia siang hari, tetapi pesawat tersebut delay sekitar 3 jam. Yang seharusnya sudah tiba di Jakarta, saya masih menghabiskan waktu di bandara Malang. Ngomong-ngomong soal bandara, ini adalah bandara dengan air port tax termurah selama saya pernah numpang lewat di berbagai bandara di Indonesia, hanya 11 ribu. Tapi memang maklum sangat murah, selain tempatnya yang sangat kecil, sarana dan prasarana yang disediakan juga memang sangat terbatas. Bahkan salah seorang teman menyebut jika bandara ini lebih layak untuk disebut sebagai terminal.

Sekembalinya ke jakarta, tentu aja saya masuk kantor dong. Eh, tapi cuma 2 hari deh, karena di hari ketiga tersebut saya mengambil public course 'Wanna be Trainer' di Mampang. Jadi kalau lihat absensi saya di bulan September ini hanya ada 2 hari ngantor. Sisanya pendidikan dan perjalanan dinas.

Eh sebentar,,, kalau di lihat ini ada benang merah yang bisa di jadikan persamaan satu sama lain. M to M. From Manado to Malang to Mampang. Dan kemana lagi langkah kaki ini akan meninggalkan jejaknya... i will be waiting for that..

No comments:

Post a Comment

Jika berkenan tinggalin jejak yaa... Terimakasih sudah berkunjung... :)