Saturday, July 7, 2012

Cerita Assesment

Sekitar 2 bulan lalu, saya serta 2 rekan kerja di Divisi Layanan dapat surat panggilan untuk mengikuti Assesment Pool of Candidate Jabatan Eselon 4 (posisi Manajer Pemasaran, Manajer Operasional, Wakil Kepala Bagian dan Staf Grade 10). Kebetulan saya dapat jadwal 20-21 Juni. Rasanya kayak apa? Yaa,,, tegang-tegang gak jelas gitu.

Awalnya sebelum surat panggilan ini datang, ada surat rekomendasi dari Divisi MSDM yang isinya data staf-staf yang berhak untuk di daftarkan untuk mengikuti Assesment ini. Ragu dan merasa belum siap melintas di benak saya. Jujur saja, saya masih merasa banyak kekurangan. Ada ketakutan tersediri dalam diri saya, nanti gimana, kalau gitu gimana.

Tapi wakabag saya, Pak Deny bilang, “ikut aja, kayak gimana hasilnya ya itu tergantung nanti. Yang penting jadi tau rulesnya seperti apa”


Saya juga jadi berpikir, lebih baik ikut aja. Yang penting lakukan yang terbaik yang bisa saya lakukan, hasilnya seperti apa ya pasti itu sudah yang terbaik. Kalau pun saya gak lulus nantinya, saya sudah tau harus mempersiapkan apa kalau ikut di assessment berikutnya.

Dan kalaupun saya gak ikut sekarang, sepertinya akan rugi juga. Karena dulu syarat untuk ikut assessment yang harus minimal 2 tahun penempatan, sekarang hanya minimal 1 tahun. Nah pastinya akan ada kondisi junior-junior yang karirnya lebih cepat. Jadi gak ada ruginya deh saya coba.

Ternyata, sekitar 1-2 bulan berikutnya datanglah surat panggilan assessment itu dari SDM. Tetapi dari semua yang di daftarkan baru 3 orang yang dipanggil. Mungkin teman-teman yang lain di batch berikutnya ya...

Saya juga agak bingung mau mempersiapkan apa, belum lagi kerjaan-kerjaan di kantor juga banyak yang harus diselesaikan. Jadilah teman-teman saya yang selalu mengingatkan, “ayo belajar” atau “ayoo udah siapin apa?”

Huuuaaaa,,,, I’m panic....

Hahaha,,, mungkin memang udah kebiasaan saya yah. Suka mendadak, suka SKS (sistem kebut semalam). Suka berpacu dengan waktu. Miss mepet. But it’s real me...

Akhirnya 20 Juni yang ditunggu pun datang juga akhirnya. Dan ternyata hari itu jadi lebih terasa napak tilas bagi saya. Kondisinya nyaris mirip dengan saat interview masuk PPS dulu, yang pernah saya ceritakan disini.

Hari itu juga jadi mirip reunian, karena yang dipanggil assessment memang teman-teman yang masa kerjanya sama. Jadi banyak teman-teman satu batch PPS dulu kumpul lagi. Lumayan mengurangi rasa tegang deh.

Nah, ngomong-ngomong soal tahapan yang dilalui assessment, semua ada 3 tahapan.

Tahap 1. Semua peserta sebanyak 42 orang dikumpulkan di ruangan yang sama. Masing-masing diberikan saju jurnal tentang ekonomi makro. Waktu itu kami dapat tentang pembatasan kepemilikan saham asing di Indonesia. Kami diberikan waktu 45 menit untuk membaca, mengulas dan menyajikannya dalam plastic tranparansi untuk nantinya akan di presentasikan di hadapan asesor.

Setelah 45 menit berakhir, keluarlah jadwal masing-masing tim asesor. Saat itu saya dapat asesor di tim 3 dengan urutan peserta ke-2, dengan peserta pertama Rully dan peserta ketiga Khiko, peserta berikutnya dari Divisi lain yang saya tidak begitu kenal.

Habis itu kita menunggu untuk jadwal presentasi di hadapan asesor. Ditanya tegang, iyah. Deg-degan juga. Yaaa mirip-mirip kayak mau interview jadinya. Tapi gak begitu tegang, mungkin lebih tepatnya pasrah kali ya.

Rully yang mendapat kesempatan pertama, di ruangan tersebut dia menghabiskan waktu sekitar 20 menit. Lanjut giliran saya. Waktu yang disediakan adalah maksimal 15 menit presentasi dan 15 menit untuk Tanya jawab. Waktu yang saya gunakan juga tidak lama, cukup 15 menit untuk semuanya. Berikutnya Khiko, waktu yang dia habiskan juga hanya sekitar 17 menit. Iseng banget ya saya ngitungin waktunya. Hehehe…

Tahap 2. Disini kita kembali masuk ke ruang panas tadi, eh salah… ruang interview maksudnya. Ngomong-ngomong soal si asesor, tim 3 itu asesornya Pak Anugro (Divisi Treasury) dan Pak Ikhsan (Divisi SDM). Kalau pak Anugro dia ini pengajar jaman saya PPS dulu, sedang kalau Pak Ikhsan dialah yang interview saya 3.5 tahun lalu saat saya melamar untuk jadi PPS.

Sesi ini berlangsung maksimal 60 menit, dan saya memang nyaris berada di ruangan selama itu. Bicara apa? Ya semuanya, tentang saya, tentang kerjaan saya, tentang apa yang saya lalukan, apa yang saya rasakan selama 2 tahun kerja. Dan di rekam pula.

Habis selesai interview, rasanya legaaa. Ya apapun hasilnya. Pasrah aja, karena semua sudah dilakukan.

Tahap 3 sih standar, yaitu talent scouting. Peserta di suruh isi semacam pertanyaan-pertanyaan psikotes. Kalau tidak salah ada 2 buku yang di isi, lalu ada segepok lembaran-lembaran lain yang harus saya isi. Nah yang paling saya suka, ada 1 lembar yang isinya bertanya lebih prefer untuk ditempatkan dimana, apakah bidang marketing atau non marketing.

Alhamdulillah ketiga tahapan ini selesai saya lakukan dalam hari yang sama. Karena 1 tim asesor yang terdiri dari 7 orang, hanya 3 orang pertama yang akan selesai dalam satu hari. Jadi hari itu Rully, saya dan Khiko bisa menyelesaikannya sekaligus. Nice!

Setelah semua dilalui rasanya legaaaaa.... Saya dan Rully pun melanjutkan perjalanan kembali ke kantor. Oia, saya juga baru tahu kalau ternyata Rully sudah 1 bulan yang lalu mutasi ke Surabaya. Haduuuh, teman macam apa saya ini yang tidak tahu kalau rekannya sudah pindah lama ke kota lain. Maaf ya Rully…

No comments:

Post a Comment

Jika berkenan tinggalin jejak yaa... Terimakasih sudah berkunjung... :)